Diwaduli Pedagang, DPRD Minta Pemasangan Token Listrik Dihentikan Dulu

Admin 13/11/2018 162

TEGAL - Pedagang Pasar Pagi Tegal Blok A mendatangi kantor DPRD Kota Tegal, Senin (12/11). Mereka mengeluhkan pemasangan token listrik di kios yang mereka sewa.

Menurut para pedagang, token listrik akan membuat pengeluaran mereka semakin membengkak. Padahal, seharusnya listrik masuk ke dalam fasilitas yang diberikan Pemkot Tegal, seperti yang tertulis dalam perjanjian.

Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno. Hadir juga Ketua Komisi II Wiwik Mastuti dan sekretarisnya, Nurftriani, beserta anggotanya.

Perwakilan salah seorang pedagang Jun Mono Dagusto mengatakan saat ini disejumlah kios yang disewa pedagang telah dipasangi token listrik. Padahal, dalam perjanjian sewa yang dibuat Pemkot Tegal dan pedagang, listrik termasuk salah satu fasilitas yang diberikan.

"Perjanjian sewa dibuat 2018 dan baru berakhir lima tahun mendatang. Seharusnya tidak ada pemasangan token," katanya.

Karenanya, kata Jun, para pedagang berharap DPRD dapat mengakomodasi keluhannya. Sebab, pedagang merasa keberatan dan secara tegas menolak adanya pemasangan token.

Menanggapi itu, Sekretaris Komisi II Nurfitriani mengatakan awalnya Pemkot Tegal memberikan usulan dalam pembahasan APBD perubahan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, DPRD sangat mengapresiasi.

"Namun, kita sama sekali tidak mengetahui adanya perjanjian sewa itu. Kami juga sudah meminta sosialisasi lebih dahulu," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Wiwik Mastuti. Menurutnya, komisinya sepakat persoalan itu akan dibahas kembali. Sebab, pihaknya tidak mengetahui ada perjanjian sewa seperti yang dibeberkan pedagang.

"Karenanya kami akan panggil pihak terkait untuk melakukan pembahasan lagi. Kita juga minta pemasangan token dihentikan dulu," tandasnya. (muj/zul)

https://radartegal.com/berita-dprd-kota-tegal/diwaduli-pedagang-dprd-minta-pemasangan-token.26602.html