DPRD Dorong Pengembangan Pariwisata

Admin 17/10/2018 204

TEGAL - DPRD Kota Tegal terus berupaya mendorong pengembangan pariwisata di Kota Bahari. Tahun depan, kota ini harus mampu mengembangkan destinasi wisata yang sudah ada, yakni seperti Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI), Pantai Batam Sari, Pantai Pulau Kodok, dan Pantai Muarareja.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno atau yang akrab disapa Uyip di Gedung Parlemen, Jalan Pemuda, Selasa (16/10). “Penambahan sarana dan prasarana serta fasilitas di masing-masing destinasi wisata menjadi prioritas di 2019,” kata Uyip.

Saat ini, PAI telah memiliki sejumlah wahana, termasuk sabuk pantai yang dapat digunakan untuk jogging track. Menurut Uyip, PAI perlu ditata agar lebih nyaman, terutama pedagang yang ada di sana. Wahana yang dapat ditambahkan ke PAI adalah permainan anak-anak, yang sebelumnya menempati Alun-Alun Tegal dan kini sudah ditertibkan.

Pada 2019 mendatang, DPRD mengusulkan dibangunnya dermaga apung yang ditempatkan di tengah laut PAI. Dermaga apung ini bisa menjadi pusat wisata pemancingan terbesar di Kota Tegal. PAI juga diusulkan membangun jalan bergelombang di bibir pantai. Jalan bergelombang ini dapat dinikmati oleh masyarakat yang ingin merasakan sensasi berjalan di atas laut.

Kemudian di Pantai Batam Sari, perlu dibangun akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya seperti musala dan mandi cuci kakus (MCK). Pembangunan akses jalan sangat penting karena saat ini akses jalan yang ada masih berbentuk tanah. Sehingga, kurang representatif untuk lalu lintas pengunjung. Akses jalan yang dibangun dapat dalam bentuk pengaspalan.

Yakni, dengan mengaspal lahan urugan yang juga bisa dimanfaatkan untuk tempat parkir, olahraga, atau aktivitas lainnya. “Karena lahannya cukup luas, di situ dapat dibuat untuk arena road race,” jelas Uyip.

Di Pantai Pulau Kodok juga perlu dibuat akses jalan, karena seperti Pantai Batam Sari, akses jalan yang sudah ada kurang representatif. Fasilitas penunjang lainnya seperti musala dan MCK juga perlu dibangun di pantai tersebut.

Sedang di Pantai Muaraeja, masih dibutuhkan pembangunan sabuk pantai dan mempromosikan pantai ini sebagai pusat kuliner ikan bakar. Baik di Pantai Batam Sari, Pantai Pulau Kodok, dan Pantai Muarareja, diperlukan penataan pedagang yang lebih serius. Selain itu, Pemerintah Kota Tegal agar memfasilitasi karena selama ini ketiga pantai tersebut dikelola masyarakat.

Di samping sektor pariwisata tersebut, Kota Tegal memiliki destinasi wisata lain dari segi kebudayaan yang dipandang cukup menarik dan masih bisa dikembangkan lebih luas. Misalnya, tradisi Sedekah Laut di Pelabuhan Tegal, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jongor, dan TPI Muarareja yang rutin diadakan setiap tahun.

Lalu, Sedekah Bumi yang biasa dilakukan masyarakat Kecamatan Margadana dan Tegal Selatan. Termasuk, Cap Gomeh untuk memperingati Tahun Baru Imlek, dan Tegal Pesisir Carnival. Sedang untuk kegiatan yang bersifat religi, antara lain Pawai Rolasan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad dan Tahun Baru Hijriah, Haul Gus Dur, Haul Mbah Panggung, dan Kirab Peringatan Hari Santri.

Uyip mengemukakan, fasilitasi lainnya yakni terhadap sarana dan prasarana yang sudah dimiliki Pemkot, salah satunya Teater Arena Taman Budaya Tegal yang dapat menampung hingga 750 penonton untuk setiap pentas seni pertunjukkan. Gedung Serbaguna atau Gedung Wanita yang sedang dibangun kembali dapat dimanfaatkan untuk pagelaran konser yang bersifat umum.

“Apabila di 2019 dibuat Kalender Kebudayaan, maka setiap bulan aktivitas kegiatan budaya bisa diketahui lebih luas. Dengan pengembangan pariwisata ini secara keseluruhan, DPRD berharap Kota Tegal mampu menjadi etalase pengembangan kota yang berbasis partisipasi publik,” ujar Uyip. (nam/ela/zul) 

https://radartegal.com/berita-dprd-kota-tegal/dprd-dorong-pengembangan-pariwisata.26113.html